Selasa, 02 Juni 2015

Dua Puluh Lima

Semangat Pagi...
Masih di nuansa bulan Mei
Saya belum menulis refleksi untuk tahun ini.
Bulan Mei tahun 2015 ini adalah bulan yang luar biasa ^.^
Seperti bulan-bulan yang lain, Allah senantiasa memberikan begitu banyak anugerah dan kasih sayang yang begitu melimpah bagi setiap hambaNya, termasuk Saya.
Bulan Mei tahun 2014 yang lalu saya baru saja memulai karir di kantor baru, tahun ini saya masih ada disini, dengan berbagai kekhawatiran dan keragu-raguan dalam hati. Namun Saya berjanji akan menyelesaikan tanggung jawab Saya disini semaksimal mungkin.

Masih ingat kejutan-kejutan yang Saya peroleh di tahun 2014 yang lalu?
Allah benar-benar membuktikan janjinya. Ia akan menambah kebahagiaan bagi hambaNya yang senantiasa bersyukur.

Akhir tahun 2014 yang lalu, melalui media sosial facebook, Allah mempertemukan saya dengan seorang teman lama. Kami pernah jadi teman 1 les bahasa Inggris di tahun 2003, saat duduk di bangku SMP kelas 2. Ya, itu satu-satunya kebersamaan yang pernah terjadi antara saya dan dia. Selama 3 tahun bersekolah di SMP yang sama itu kami tidak pernah jadi teman sekelas. Setelah itu kami bersekolah di SMA yang berbeda. Saya bahkan hampir lupa pernah berteman dengannya  hingga suatu hari di sekitar tahun 2009 kami bertemu di transjakarta koridor 6, sepulang saya kuliah, dan ternyata dia juga kuliah di universitas yang sama dengan saya, namun kami beda fakultas. Kami hanya mengobrol seadanya kala itu, kemudian waktu terus berlalu sampai akhirnya akhir 2014 yang lalu saya membagikan info lowongan pekerjaan di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Dia hanya salah satu dari teman yang tertarik dengan info lowongan, namun dia satu-satunya yang minta nomer kontak saya untuk mengobrol lebih lanjut 

Ya, semua cerita hanya berawal dari sebuah info lowongan, hingga pada akhirnya tepat 16 Mei 2015 yang lalu, ia membawa keluarganya berkunjung ke keluarga saya, untuk menyatakan keseriusannya 

Subhanallah...

Rasanya masih seperti mimpi

Allah Maha Baik
Allah Maha Baik
Allah Maha Baik
Di angka 25 ini, Allah memberikan hadiah besar untuk saya, hadiah yang tidak pernah saya duga sebelumnya akan datang secepat ini, lewat cara yang begitu indah.

Usia hanyalah deret angka yang bisa kita hitung dengan mudahnya, namun dapatkah kita menghitung berapa banyak anugerah dan kasih sayang yang senantiasa dilimpahkan Sang Pencipta pada kita yang seringkali lupa untuk bersyukur..

Allah, terima kasih untuk 25 tahun yang indah ini, semoga Engkau senantiasa berada di hati Kami, membimbing Kami agar tidak memilih jalan yang tidak Engkau ridhoi

Semoga kasih sayangMu senantiasa menghiasi hari-hari kami dan memudahkan langkah kami untuk menyempurnakan iman kami kepadaMu

Terima Kasih ya Allah

Alhamdulillahirobbil'alamiin

Selasa, 03 Februari 2015

Kebaikan untuk kebaikan. Keburukan untuk keburukan

Pernahkah berfikir tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup kita?

Bahwa setiap hal kecil maupun besar yang terjadi adalah potongan-potongan cerita yang sudah dibuat dengan sangat rapih skenarionya oleh Sang Maha Pencipta

Akan ada masa dimana kamu merasa hidup menjadi begitu indah dan semua seolah berpihak padamu.
Ketika seorang wanita mempunya paras yang cantik, otak yang cerdas, karir yang cemerlang, dan pasangan yang begitu sempurna mencintainya.

Sementara di sisi lain, ada wanita sederhana dengan karir yang hampir berjalan di tempat, harus ditambah dengan ketidaknyamanan setiap kali dihampiri pertanyaan "pasangannya mana? Kapan menikah?"

Apakah dengan demikian artinya Tuhan tidak adil?
Tentu saja jawabannya adalah tidak.

Karir yang mumpuni, paras yang cantik, pasangan yang sempurna, semuanya itu punya siapa?
Ya, semua itu titipan Tuhan yang diamanahkan padamu
Tuhan ingin tahu seberapa baik kamu mampu menjaganya.

Namun apakah Tuhan marah dengan mahluknya yang lain karena Ia menjadikannya sosok yang sederhana, karir berjalan di tempat dilengkapi dengan kesendirian?
Semua itu juga amanah Tuhan, apakah ia mampu tetap bersyukur dan berbuat baik terhadap sesama manusia.

Untuk segala yang terjadi dalam hidup kita saat ini, Tuhan tahu, apa yang terbaik untukmu.

Bahwa untuk semua kebaikan yang kamu lakukan selama hidup akan dicatat dengan sangat baik dalam catatan amalanmu.
Tuhan akan menggantikannya dengan kebaikan yang serupa, dengan caraNya sendiri yang seringkali tak pernah terfikirkan oleh nalar manusia.

Begitu pula sebaliknya, semua keburukan yang pernah kamu torehkan dalam garis kehidupan ini, harus kamu pertanggungjawabkan setiap detailnya.
Tuhan tidak sedang menghukummu, Dia hanya ingin menunjukkan rasa cintaNya padamu.

Bahwa dari semua perilaku buruk yang kamu perbuat, Tuhan masih mau mengingatkanmu.
Memanggilmu agar kau kembali mendekatkan diri padanya.
Menukar semua perbuatan buruk yang seringkali kau perbuat dengan perilaku baik kepada siapapun yang kau temui di muka bumi ini.

Maka untukmu yang tertakdirkan sempurna, bersyukurlah dan tetap berperilaku santun

Begitupula denganmu yang memiliki kehidupan yang begitu sulit, jangan bersedih :)
Tanyai dirimu lebih dalam lagi, jika kesedihan yang menyelimutimu saat ini adalah akibat dari perilaku burukmu sendiri, sesaat setelah kamu menyadarinya, maka saat itu pula Tuhan sedang mengulurkan tangganNya untuk kembali merengkuhmu

Jangan bersedih :')

Kamis, 15 Januari 2015

Berkata Baik, atau Diam

Sebuah frasa yang seringkali kita dengar
Seolah mudah untuk dilakukan
Namun sesungguhnya tak semudah itu
Ada bagian dalam tubuh kita yang disebut lidah.
Sebuah istilah mengatakan bahwa "lidah tidak bertulang" memiliki makna mendalam bahwa jika tidak kita pergunakan lidah kita untuk berbicara hal-hal baik, maka sesungguhnya ada hati orang lain yang akan kita sakiti.

Disanalah poin utamanya, bahwa menjadi diam bahkan introvert kadang menjadi pilihan yang (cenderung) baik dibanding mengedepankan sosialitas lantas tenggelam dalam perbincangan yang (cenderung) (lebih sering) membicarakan keburukan orang lain.

Sebuah tulisan juga bisa menjadi media untuk mengungkapkan perkataan baik atau buruk.
Dengan tulisan ini, saya berharap kelak akan lebih banyak orang yang tahu bahwa (terkadang) diam adalah pilihan yang baik.
Diam tak berarti antipati
Diam tak berarti angkuh
Diam tak berarti anti sosial

Namun, menjadi supel dan banyak bicara juga (terkadang) menjadi pilihan yang baik
Karena dengan berbicara, lawan bicaramu akan tahu maksud dan tujuanmu.
Tentu saja ini akan lebih baik dibandingkan hanya diam.
Menjadi supel juga baik karena dengan begitu kamu bisa menambah koleksi teman mengobrol dan bersenda gurau

Menjadi banyak bicara akan (cenderung) menjadi buruk jika topik yang kamu pilih untuk bicarakan adalah tentang keburukan orang lain.

Semoga kita semua bisa dengan bijak menjaga lisan dan perbuatan kita.

Karena Allah tidak akan menerima maaf kita selama orang yang kita sakiti hatinya belum mau memaafkan kita.

Naudzubillah :'(

Senin, 17 November 2014

Lukisan Hati

Aku mengeja aksara yang kau torehkan dalam udara, sangat sulit terbaca.
Kau gambarkan titik dan garis yang membentuk lintasan menuju ke arahmu, dengan tinta embun
Terlalu murni
Tak mampu kumaknai

Kupejamkan mata, kubiarkan hatiku yang merasa
Mencari-cari kemana akhir cerita
Namun masih tak mudah terbaca

Kubiarkan waktu merayapi tiap hentakan detik, mengiringi langkah-langkah kecil yang tercipta
Kuakrabi kecemasan ini
Seolah sudah hafal kemana semua ini akan bermuara

Malam-malam yang terlewat, setiap detik yang berdetak, pada akhirnya akan jadi sebuah cerita
Cerita yang mengisi lembar-lembar kosong dalam jurnal kehidupanmu

Kubiarkan tinta itu terus terukir, meski tak kasat mata
Kubiarkan detakan jantung berdegup tak menentu, sesekali hampir ingin berhenti

Berjalanlah, sebagaimana Tuhan menuntunmu hingga ada di titik ini
Nikmatilah tiap detiknya
Takkan pernah bisa kau ulang
Maka syukurilah tiap lekuk waktu yang menyelimutimu
Membingkaimu dengan cerita dalam berbagai warna

Pada akhirnya, kamu akan tahu kelak cerita mana yang abadi, atau hanya jadi sebuah ilusi...

Sabtu, 18 Oktober 2014

Somewhere, Over the Rainbow


Di suatu tempat di belahan bumi ini, aku yakin kamu juga sedang mencari.
Mencari separuh jiwa yang akan menyempurnakan hidupmu.
Langkah-langkah yang kau buat penuh kehati-hatian, karena kali ini yang kau cari adalah sosok pemyempurna hidupmu, yang benar-benar akan kau jaga sepenuh hati hingga kelak takdir yang memisahkan.
Di suatu tempat di belahan bumi ini, kala pelangi muncul, tanpa kita sadari, kita memandang pelangi yang sama, memanjatkan doa-doa yang serupa, agar kelak suatu hari nanti pelangi itu bisa dapat dengan puas kau pandangi, seraya merengkuh kekasih halalmu di pelukanmu.
Kita sama-sama percaya kelak akan ada suatu jalan tak terduga yang mempertemukan kita pada satu titik.
Titik dimana hati kita seolah terpanggil untuk mendatanginya.
Di suatu tempat di belahan bumi ini, semoga Tuhan senantiasa menuntun langkahmu untuk berjalan di jalan yang sudah Tuhan tentukan.
Sampai jumpa pada jalan kecil di ujung pelangi, dimana kelak kita akan bertemu dengan hati yang sudah siap untuk saling mengisi dan melengkapi, sesaat setelah kita sama-sama berhasil berusaha membaikkan diri.
Di suatu tempat di ujung pelangi itu, aku akan berdiri, menunggumu..
Lekaslah tiba, aku sudah bisa merasakan derap langkahmu mendekat ke arahku, Lekaslah tiba, sebelum pelangi indah ini memudar dibalik awan hitam.

Jumat, 29 Agustus 2014

Hidup Tak Semudah di Usia 17

Tujuh tahun lalu, masalah apa yang bisa menguras air matamu?

Bertengkar dengan pacar

Gagal dapat juara kelas

Merasa ngga keren karena ngga bisa ikutan nongkrong dan pulang malam sama cewek-cewek tenar lain di sekolah lantaran dilarang orangtua

Masa-masa itu sudah lewat..
Kalau dilihat dari sudut pandang hari ini, kamu akan menertawai dirimu sendiri lantaran menangisi hal-hal kecil seperti itu.

Kini kamu berada pada tahapan selanjutnya dari kehidupan ini...
Dimana kamu sudah sepenuhnya bertanggung jawab untuk dirimu sendiri...

Ya, kamu tidak mungkin lagi menggantungkan diri pada uang bulanan yang dulu biasa diberikan oleh orangtuamu..

Kini kamu harus belajar sedapat mungkin membagi gajimu untuk berbagai keperluan
untuk membayar sewa kamar kos
biaya makan sehari-hari
menyisihkan sebagian untuk membantu orangtuamu
dan berbagai keperluan lain

Merasakan di tanggal-tanggal menjelang gajian, saldo atm mu sisa empat atau tiga digit saja.. ya, ribuan atau ratusan yang tidak bisa diambil lagi dengan atm pecahan dua puluh ribuan sekalipun

Kamu ingin kembali ke tujuh tahun yang lalu?
waktu tidak bisa diputar..

Waktu memaksamu belajar menjadi dewasa..
ya, dewasa..
Bukan hanya bertambah tua.

Kini kamu dihadapkan pada pilihan "belanja baju diskon di mall atau menabung untuk masa depan ya?"
atau pilihan lain seperti "beli gadget keluaran baru atau mulai berfikir untuk nyicil rumah ya?"

kadang belum siap jika menyadari bahwa kamu berada di tahap ini sekarang..

Berada pada tahap perencanaan hidup yang jauh lebih matang dari sebelumnya.

Disaat kamu menyadari betapa mahalnya biaya hidup. Betapa mahalnya harga mobil. Betapa mahalnya harga rumah. Bahkan untuk melanjutkan studi S2 sekalipun, kamu harus menyisihkan 50% dari gaji bulananmu...

Terfikirkah bagaimana orangtuamu dulu mampu membesarkanmu dan kakak adikmu?
Dengan penghasilan yang bahkan untuk membeli motor saja ayahmu perlu menunggu hingga uang pensiunannya keluar.
Membesarkan 5 orang anak hingga lulus tuntas meraih gelar sarjana...

Terima kasih ma, pa... :')

Hidup takkan lagi semudah di usia 17, dimana bebanmu hanya ada pada setiap ujian akhir semester... dimana kamu hanya perlu menghafalkan rumus-rumus untuk memecahkan soal yang diberikan guru-gurumu.
Ya, semua soal sudah pasti ada jawabannya.. kamu hanya perlu menghafalkan rumusnya...

Barangkali sama halnya dengan keadaan saat ini...
Saat mengerjakan soal-soal Ujian Akhir Nasional 6 mata pelajaran kala itu kamu berusaha dengan keras hingga akhirnya mampu lulus...
Saat ini ujian dalam bentuk yang lain sedang kamu hadapi

Allah memberikan ujian pada masing-masing fase kehidupan manusia

Dan percayalah...
Semua akan baik-baik saja selama kamu terus berusaha melakukan yang terbaik yang kamu mampu...

Percayalah, hidup tak sesulit itu..
Allah selalu menjagamu o:)

Kamis, 14 Agustus 2014

Titik Akhir






Pada akhirnya nanti, cinta akan berhenti pada satu titik
Titik dimana kamu dipertemukan dengan dia yang akan selalu mampu menjadi penyeimbangmu..
mereda emosi bulananmu yang begitu sulit kamu atasi
menyiapkan ribuan kalimat penenang jiwa disaat kamu merasa gundah akan hal-hal rumit yang kamu rasakan dalam hidupmu
Sesekali mengirimimu pesan singkat, berkata bahwa ia sudah ada di depan rumahmu di suatu malam saat kamu sedang merasa kesal karena sulitnya kalian bertemu karena kesibukan masing-masing.
Ia yang tiba-tiba muncul di depan rumahmu hanya untuk membawakan sekotak kecil pizza sebagai temanmu menyelesaikan deadline pekerjaan
atau bahkan hanya sekedar membawakan sekuntum mawar putih sambil berkata "selamat malam.. jangan sedih lagi ya..."

Hidup membawamu pergi ke berbagai arah,
bertemu dengan ribuan orang yang menyakitimu sampai akhirnya menghadiahimu dengan dia yang melengkapi segalanya
dialah hadiah dari Tuhan akan penantian dan kesabaranmu
Semua orang ingin berhenti di titik ini
titik dimana kamu telah dipertemukan dengan dia yang kamu sadar begitu mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu
Pada titik ini, cinta bukan lagi perihal seberapa sering kalian harus bertemu atau berkirim pesan
namun cinta bagimu adalah seberapa besar kalian harus berusaha mempertahankan langkah untuk tetap melanjutkan langkah bersama..
Cinta berhenti di titik ini
namun di titik ini pula langkah kalian berawal..
Memulai babak baru kehidupan yang penuh tanda tanya
Di depan sana akan begitu banyak jalan berliku yang kalian temui
namun buang jauh-jauh kekhawatiranmu
dia yang Tuhan takdirkan untuk menemani langkahmu akan senantiasa membantumu menemukan arah dari berbagai persimpangan yang akan kau temui kelak.
Dia bahkan akan tetap ada di sampingmu ketika hanya ada satu jalan yang bisa kau temui, jalan buntu..
Menyerah bukanlah akhir..
Di penghujung jalan itu kamu hanya perlu duduk dan berfikir tenang disana...
Mundurlah beberapa langkah, dan kamu.akan menyadari masih banyak cabang jalan lain yang bisa kau tempuh..
Perjalanan tanpa akhir ini akan segera kamu mulai
segera setelah kamu berhasil meyakini hatimu
bahwa dia adalah benar orangnya
penyeimbangmu yang dikirim oleh Tuhan dalam bingkai cinta kasih
Selamat menikmati perjalananmu
genggam erat jemarinya...
Melangkahlah bersama
Selamanya 💑

Selasa, 20 Mei 2014

Dua Puluh Empat


Selamat Pagi...

Masih ingat posting saya kurang lebih 1 tahun yang lalu tentang kekhawatiran menghadapi angka 23? http://dwardhani.blogspot.com/2013/03/dua-puluh-tiga.html

Saya baru saja membaca posting-posting lama, salah satu kesenangan tersendiri :)

Tak terasa sudah lewat setahun..
Masih ingat betul betapa ketakutan dan kekhawatiran itu saya rasakan setahun silam, dimana status saya kala itu masih menjadi mahasiswa yang sudah masuk tahun ke lima.
Pertanyaan dari orang sekitar semakin memojokkan saya kala itu

Tapi satu yang tak pernah bisa dilupakan, bahwa Allah akan selalu memberikan jalan bagi orang yang tak pernah berhenti berusaha.
Kala itu hampir putus asa karena sudah 3 semester skripsi saya tak kunjung selesai,
Di saat pekerjaan yang saya impi-impikan sudah ada di depan mata, namun harus terlepas karena belum memiliki selembar kertas yang dinamakan ijazah strata 1.

Namun hidup selalu penuh kejutan
Tahun 2013 yang lalu tepatnya bulan Juli saya menyelesaikan seminar hasil skripsi saya.
Skripsi yang dibuat dengan penuh perjuangan dan cinta :)
yang semua penulisan dan produknya saya kerjakan sendiri :)
Rasanya lebih dari sekedar puas :)
Meski hanya menempati urutan ke 9 dari 50 an orang yang lulus kala itu, saya tetap bersyukur :)

Kemudian saya diwisuda pada bulan Oktober 2013
Rasanya satu hutang saya kepada kedua orang tua saya terbayar sudah karena berhasil memakai toga, dengan disaksikan langsung oleh mereka berdua.
Tidak ada perayaan berarti, namun kehadiran kedua orang tua saya yang masih dalam keadaan sehat menjadi alasan pasti untuk kembali bersyukur pada Allah untuk kebahagiaan yang terus Ia limpahkan.

Janji Allah untuk menambahkan kebahagiaan bagi hambanya yang selalu bersyukur benar-benar saya rasakan.
Beberapa hari setelah resmi diwisuda, saya ikut membantu dosen dalam kegiatan pelaksanaan sertifikasi guru. Menjadi panitia yang mengurus hal-hal administratif disana. Fee nya memang tak seberapa, namun yang ada di fikiran saya kala itu adalah saya harus bersyukur bahwa saya bisa punya 'pekerjaan' setelah lulus :)
Kegiatan sertifikasi guru itu mengharuskan saya menginap selama 9 hari.
Selama kegiatan itu, berbagai panggilan interview kerja pun saya terima.
Saya datangi satu per satu sampai kemudian saya diterima di salah satu perusahaan Market Research yang berkantor di daerah Setiabudi. Tepat satu bulan setelah diwisuda, saya resmi bekerja disana :)

Keinginan untuk belajar  tak berhenti sampai disitu..
Saat bekerja di perusahaan Market Research itu saya seperti merindukan ilmu-ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah.
Do'a yang terpanjat tak pernah berhenti, hingga akhirnya Allah memberikan jawabannya
Pada bulan Maret 2013 saya mengajukan surat pengunduran diri kepada perusahaan, karena saya sudah diterima bekerja di kantor yang baru :)

Sejak awal april 2014 Saya resmi bekerja di salah satu Universitas Swasta di Jakarta Barat sebagai officer di bagian kurikulum

Teman-teman baru, lingkungan baru, pekerjaan baru, dan kosan baru :)

Allah Maha Baik

Sekarang usia saya 24 tahun, keadaannya jauh berbeda dengan setahun yang lalu..
Jika rasa syukur ini terus saya tambah, akan ada kejutan apa lagi ya di tahun-tahun yang akan datang?

Terima Kasih ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan o:)

Selamat beraktifitas dan ingat untuk Selalu Bersyukur yaa ^^

Jumat, 07 Maret 2014

Jodoh

Pernah kefikiran nggak siapa jodoh kamu kelak?
Pernah kebayang nggak kalau ternyata jodoh kamu adalah orang yang (tanpa sadar) kamu temui setiap hari di moda transportasi massal yang rutin kamu tumpangi tiap paginya.


Aku mengimani teori itu sekarang.

Tau kan moda transportasi massal yang paling diminati karena harga tiket yang flat (Rp 3,500) ke jurusan manapun yang kamu mau?
Bahkan kalau berangkat lebih awal (sebelum jam 7 pagi), penumpang hanya perlu membayar tiket seharga Rp 2,000
Aku adalah satu dari sekian banyak penumpang setia dari moda transportasi ini.
Tahun 2014 ini adalah tahun ke enamku mengakrabi tiap detailnya.
Berdiri berjam-jam, turun dan berganti armada karena mesinnya seringkali mogok di tengah perjalanan, mengakibatkan macet dan masing-masing penumpangnya seringkali terlambat sampai di tujuan.


Fikiranku menerawang ke kejadian menyenangkan pagi tadi

Mengapa kusebut itu menyenangkan? karena hingga detik ini pun aku masih senyum-senyum sendiri saat mengingatnya.
Ya, seperti rutinitasku setiap pagi, ini adalah hari terakhir dalam satu minggu yang selalu dinanti-nanti kedatangannya. Hari Jumat berarti tinggal menghitung jam menuju weekend, yang berarti bebas dari rutinitas kantor.
Pagi itu antrian di shelter Ragunan cukup ramai, malah bisa dibilang jauh lebih ramai dari biasanya. Aku mendengus, melirik pergelangan tangan kiriku tempat melingkarnya jam yang menunjukkan angka 07.23.
Kalau bis tak kunjung datang, aku bisa terlambat. Padahal aku ada jadwal meeting dengan client sebelum makan siang.
Tapi berfikir untuk menaiki moda transportasi lain pun tak akan membantu.
Kopaja? pasti penuh sesak
Taxi? aku bisa sampai 2 jam lebih lama dibandingkan aku naik transjakarta
Ojek? mana mungkin??! bisa hancur dandananku sampai di kantor nanti, project ku tak akan goal karena client yang sama sekali tidak tertarik melihat penampilanku untuk presentasi di hadapan mereka.
Aku melirik kakiku yang dibalut sepatu heels pagi ini. Sambil merutuk dalam hati, mengapa aku lupa membawa sendal jepit agar tak perlu tersiksa dalam antrian panjang seperti ini.

Sekitar 48 menit kemudian aku berhasil masuk ke dalam bis yang siap mengantarku sampai ke kantor.
Aku menghela nafas lega karena meskipun harus berdiri, setidaknya pendingin udara yang terdapat dalam bis ini bisa membuatku sedikit lebih nyaman.
Aku berdiri di dekat pintu belakang bis, karena untuk maju ke bagian depan (tempat area khusus wanita) rasanya sudah tidak mungkin. Aku menghela nafas lagi, yasudahlah, akhirnya aku memilih menyandarkan tubuhku di pintu belakang bis agar bisa sedikit mengistirahatkan betisku yang mulai mengencang.
Tiba-tiba, Eh, ada yang menyenggol pundakku. Awalnya kuanggap orang itu tak sengaja menyenggolku karena keadaan bis yang penuh sesak.
Eh, dia menyenggolku lagi, kali ini lebih sering. Dengan malas aku membalikkan tubuh ke arah barisan kursi paling belakang itu.
Seorang laki-laki dengan kemeja warna abu-abu, lengkap dengan celana bahan khas orang kantoran. Dia tersenyum, padaku? eh.. tadinya aku ingin melihat ke belakangku, siapa tahu ternyata ia tersenyum pada orang lain di balik pundakku.
Tapi ternyata dia berdiri dan memberikan kode dengan tangannya untuk mempersilahkan aku duduk, menggantikan tempatnya sebelumnya.
Aku masih melongo, tapi buru-buru duduk sebelum bangku itu ditempati orang lain.
Aku menggumamkan kata terima kasih yang mungkin tidak begitu didengarnya.
Laki-laki yang baik hati itu kini berdiri tepat di depanku. Ya, tentu saja itu karena tidak ada tempat lain untuk berdiri selain tempatku berdiri sebelumnya. Kini kami berdua seolah bertukar posisi.
Bis pagi ini penuh sesak, semua orang berebut menaiki bis yang aku tumpangi ini karena khawatir bis yang selanjutnya akan datang lebih lama lagi.

Bis mulai meninggalkan shelter.
Aku duduk memeluk tas tanganku, membuang pandangan ke jendela, namun sesekali iseng curi-curi pandang ke laki-laki yang ada di hadapanku.
Wajahnya sepertinya tidak asing, fikirku.
Laki-laki itu kini berdiri memeluk tas ranselnya yang diletakkan di depan tubuhnya sambil sibuk menekan-nekan ponsel di tangannya. Dari tempatku duduk aku bisa mendapati dia sedang membuka laman berita detik.com atau semacamnya.
Ah, aku mulai mengantuk. Baru ingat bahwa semalam aku memang tidur agak larut karena harus menyelesaikan slide presentasi yang akan aku sajikan ke client hari ini.
Aku menyenderkan kepalaku ke jendela dan perlahan-lahan mulai memejamkan mata...

***

Rasanya sudah cukup lama aku tertidur, itu pertanda bahwa shelter tujuanku sudah dekat.
Aku memaksa mataku yang seolah masih lengket untuk segera terbuka. Pemandangan yang aku lihat pertama kali adalah mobil-mobil berjejer di luar jendela, kemudian aku memutar kepalaku dan menyadari ini belum sampai setengah perjalanan.
Astaga, ini macet total namanya!
Aku melirik pergelangan tangan kiriku lagi, sudah satu jam ada di dalam bis ini, seharusnya aku sudah duduk manis di meja kerjaku. Tapi sekarang aku masih terjebak di tengah kemacetan kota sejuta pesona ini.
Pesona apanya? sejuta mobil Iya!

Aku merogoh tas tanganku dan mencari-cari ponselku di dalamnya. Ponsel itu terus bergetar sejak tadi. Pasti bosku sudah tidak sabar menunggu kedatanganku. Begitu aku menggenggamnya, benar saja.. nomor telpon kantor tertera disana
"Halo Pak.. Iya Pak, Saya masih di... Oh begitu, syukurlah.. Baik terima kasih Pak"
Aku menghela nafas lega, ternyata bosku memberitahu bahwa si client juga terjebak macet dan meeting dengan client diundur setelah makan siang. Syukurlah ...

"Perhatian kepada seluruh penumpang..."
Aku menaikkan kepalaku mencoba mencari suara dari mas-mas-penjaga-pintu-busway 
Lengkap sudah cerita pagi ini, ternyata bis yang kutumpangi mogok dan seluruh penumpang diminta pindah ke bis lain yang akan datang selanjutnya. Ini berarti kami harus melompat ke bis lain yang akan mengangkut kami. APA?! Melompat???
Aku melirik kakiku yang terbalut heels warna salem itu. Ah, bagaimana aku bisa melompat ke bis seberang dengan sepatu yang tingginya 9 cm ini?
Aku benar-benar menyesal mengapa aku tak memakai flatshoes saja pagi ini? Huh.
Bis yang akan mengangkut kami datang. Kami berdiri menanti giliran untuk melompat ke bis seberang itu. Beberapa orang berhasil melompat, dan Ah.. sekarang tiba giliranku. Di bis seberang sana memang sudah menanti petugas transjakarta yang akan bersiap menolong penumpang untuk melompat pindah, dan berjaga-jaga untuk menahan tubuh penumpang jika penumpang itu sampai.... buk!
ah siaaal... jarak bis nya memang terlalu jauh, sehingga aku pun harus benar-benar melompat. ya, melompat!
Aku memejamkan mata, menahan malu untuk menyadari aku jatuh terduduk di tengah orang banyak.
Tapi.. ah, sepertinya aku tidak dalam posisi duduk, aku masih berdiri, bersandar pada.... eh? laki-laki yang memberiku tempat duduk tadi?

Kamis, 13 Februari 2014

Pengembang Kurikulum K12 – Deskripsi Kerja dan Informasi Gaji


Apakah Anda mencintai pendidikan dan anak-anak, tetapi Anda tidak ingin mengajar selama lima hari seminggu? Sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menjadi pengembang kurikulum. Profesi ini juga dikenal dengan berbagai istilah lain, diantaranya “koordinator pembelajaran”, “ahli kurikulum”, dan “desainer pembelajaran”.

Seorang pengembang kurikulum bekerja dibalik layar dalam perannya untuk menjamin materi pada masing-masing bidang studi yang disampaikan dapat diajarkan dengan baik. Materi yang diajarkan diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang tepat dan juga efektif dalam mengembangkan pola fikir peserta didik, bukan dengan metode standar yang selama ini diterapkan. Seluruh tingkatan pendidikan memanfaatkan jasa seorang pengembang kurikulum, meskipun tanggung jawab dari masing-masing pengembang kurikulum pada tiap tingkat berbeda-beda, bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Orang-orang yang tertarik pada bidang ini harus nyaman bekerja dengan para pengelola, anak-anak, dan juga mampu merancang rencana pelajaran dengan kerangka tertentu.

Lingkungan Kerja dan Tugas
Menurut US Bureau of Labor Statistics, pada tahun 2010 terdapat lebih dari 139,000 pekerjaan sebagai koordinator pembelajaran, dengan 38 dari mereka bekerja di sekolah dasar dan sekolah menengah negeri maupun swasta.
Seorang pengembang kurikulum K12 dapat bekerja dengan satu atau beberapa sekolah negeri maupun swasta yang seluruh materi pengajarannya efektif dan sesuai dengan standar pendidikan negeri. Karena diperlukan perizinan dan latar belakang pendidikan, kebanyakan pengembang kurikulum bekerja pada jenjang pendidikan dasar atau menengah. Seorang pengembang kurikulum K12 yang bekerja pada kedua jenjang pendidikan yaitu dasar dan menengah sekaligus, biasanya bekerja pada sekolah swasta yang sangat kecil.

Sebagai seorang pengembang kurikulum, Anda akan menghabiskan waktu dengan melakukan rapat bersama para pengelola dan sesekali dengan pengajar untuk membahas metode pembelajaran baru di dalam kelas. Untuk mengakomodasi kesediaan para guru, banyak para pengembang kurikulum yang mengatur jadwal rapat pada waktu sebelum dan sesudah jam sekolah berlangsung. Pada beberapa kasus, Anda juga mungkin akan diminta bertanggung jawab dalam melakukan pemilihan buku pelajaran tertentu berdasarkan kurikulum yang Anda rancang.

Meningkatkan standar nilai ujian merupakan tujuan akhir dari kebanyakan pengembang kurikulum yang bekerja di sekolah negeri, meskipun beberapa dari mereka juga mengkhususukan diri di bidang lain, termasuk pendidikan luar biasa, dan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Dalam usaha meningkatkan meningkatkan nilai, pengembang kurikulum seringkali memberikan penjelasan kepada para guru mengenai berbagai standar baru yang ditetapkan. Pengembang kurikulum juga membantu mereka menggunakan teknologi yang tepat guna selama mereka membuat RPP.
Jam kerja pengembang kurikulum relatif lebih fleksibel dibandingkan jam kerja yang sehari-hari biasa dijalani oleh para guru.

Syarat & Pendidikan
Gelar sarjana merupakan keharusan dalam bekerja di hampir semua bidang yang berkaitan dengan administrasi pendidikan. Terlepas dari spectrum K12 mana Anda bekerja, hampir semua pengembang kurikulum menyandang gelar master. Hal ini terutama berlaku untuk pengembang kurikulum sekolah menengah dan tinggi, yang seringkali mengkhususkan pada area bidang studi yang paling dekat dengan mereka, seperti matematika atau bahasa Inggris. Banyak universitas menawarkan gelar lanjutan atau sertifikat dalam pengembangan kurikulum atau desain kurikulum melalui program Magister Pendidikan (M.Pd)
Kebanyakan sekolah negeri biasanya juga membutuhkan pengembang kurikulum untuk lulus ujian sertifikasi guru Negara. Beberapa daerah juga mengharuskan Anda untuk memiliki sertifikat administrasi pendidikan. Mandat tambahan dapat bervariasi pada masing-masing sekolah, dapat berupa minimal pengalaman pengajar selama 18 bulan atau sertifikat khusus yang menyatakan keahlian Anda pada bidang tertentu.

Gaji dan jenjang karir
Pada tahun 2010, rata-rata gaji seorang koordinator pembelajaran adalah lebih dari USD 58,830. Mereka yang bekerja pada sekolah dasar dan menengah negeri maupun swasta memperoleh rata-rata USD 65,210. 10% tertinggi dari Kelompok ini memperoleh lebih dari USD 93,080 dan 10 % Kelompok terendah memperoleh kurang dari USD 33,490.

Tingkat pertumbuhan pekerjaan sebagai koordinator pembelajaran ini diperkirakan akan meningkat sebesar 20 % antara tahun 2010 dan 2020. Sejumlah faktor untuk peningkatan di bawah rata-rata ini juga akan diikuti dengan penekanan peningkatan akuntabilitas sekolah dan efektifitas pembelajaran. Resiko kehilangan pendanaan oleh Negara membuat sekolah negeri lebih berkomitmen untuk memaksimalkan materi ajar yang disampaikan dan metode pembelajaran yang digunakan pada beberapa tahun terakhir.

Dapat Anda jadikan catatan bahwa kesempatan bekerja untuk pengembang kurikulum pada suatu daerah bergantung pada pendanaan di daerah tersebut. Untuk menghemat uang, seringkali suatu daerah yang sudah memiliki seorang pengembang kurikulum biasanya akan menugaskan pengembang kurikulum itu pada beberapa sekolah yang terdapat di wilayah tersebut


Diterjemahkan dari artikel pendidikan di Amerika