Senin, 03 Desember 2012

Marriage

Takdir melukiskan nama kami di atas samudera nan luas
Kemudian ombak besar menghantamnya
Nama kami terpisah ribuan mil jauhnya
Terombang ambing di tengah samudera
Dihantam badai dan deburan ombak
Disengat teriknya sinar mentari
Dicabik dinginnya malam
Disapu derasnya derai hujan

Sesekali nama kami kembali bersinggungan
Namun tak pernah sekalipun sempat bersisian

Aku mulai lelah terombang ambing sendirian

Akankah takdir mempertemukan kita dalam bidang lain yang lebih nyata?

Padang pasir yang luas?
Ah, aku belum siap berjalan gontai dalam dahaga yang tertahan tersengat terik mentari

Padang rumput nan hijau?
Aku ragu kan tertusuk duri ilalang tajam

Aku ingin menjumpaimu dalam bangunan dengan atap sederhana yang meneduhkan
Melindungi kala panas dan hujan
Menjaga kita dari terpaan dinginnya angin malam
Sebuah bangunan yang tiada seorangpun yang dapat masuk dan keluar seenaknya untuk memisahkan kami lagi
Agar tiada yang mampu menggoyahkan hati kami lagi

Sebuah bangunan sederhana yang ku sebut pernikahan... ♥



posted from Bloggeroid

Sabtu, 24 November 2012

Sayatan | Luka | Mati

Ini bukan lubang yang sama
Namun kesakitan yang serupa

Terima kasih untuk fatamorgana indah yang mampu kau ciptakan dalam singkatnya gurat cerita

Dan sayatan yang jauh lebih dalam dari sebelumnya

Terima kasih...

Gumpalan darah itu penuh sayatan disana sini
Entah bagaimana cara mengobatinya

Penuh luka....
Kehabisan darah....
Lemah....

Kemudian

Mati.



posted from Bloggeroid

Kamis, 22 November 2012

#Justquote

"Manusia kadang harus berada di posisi tersulit dan terburuk terlebih dahulu untuk tahu mana orang-orang yang tulus menyayanginya, dan mana yang hanya mengharap imbalan..."

01:55 PM
Instalasi Radiologi, RSUP Fatmawati

posted from Bloggeroid

Senin, 05 November 2012

Senja Abu-Abu

Di penghujung senja nan lelah
Aku hanya mencoba membebaskan hatiku
Meluruskan yang membelok di dalamnya

Segala lelah terungkap
Tergambar nyata dalam tiap bait jalinan kata
Kutumpahkan segalanya.. semua...
Tiada lagi yang mampu kusembunyikan dari nyata

Aku lelah, kepayahan menggambarkan apa yang sesungguhnya kurasakan

Kucoba yakinkan hatiku
Kuraba susunan kata yang kabur dalam hatiku
Ada satu keyakinan yang membuatnya nyata
Kamu...
Namamu yang bertahta dibalik kabut tebal itu
Diselimuti kabut
Namun kamu nyata
Kamu ada...

Diakhir keluhku
Kudapati hatiku mulai yakin
Segala lakuku yang menjemukan ini mengerucut pada satu alasan sederhana...

Aku mulai takut kehilangan kamu...................

Apakah masalahnya selesai?
Ternyata tidak

Dekapan tulusku, dihadapkan pada dadamu yang begitu kaku
Angkuh
Tiada dekapan erat serupa yang kurindu

Kamu tahu aku mulai lemah, tanpa arah jika tanpamu...
Namun kau tetap beku
Tak menghiraukan rasaku yang telah benar-benar seutuhnya untukmu....

Aku hanya merindukan satu kado kecil...

..Pelukan hangatmu..

Aku ingin kita saling menjaga dekapan itu

Apakah inginku ini semu?



posted from Bloggeroid

Selasa, 30 Oktober 2012

Kata Sendu

Ketika kata mampu menggoreskan luka
Serupa cinta yang bertahta dalam dada
Tak tampak, namun benar nyata
Menggetarkan hati manusia

Kata-katamu serupa pedang yang menghujam
Perlahan hati kemudian berubah jadi muram

Aku enggan bermain-main lagi dengan hatiku sendiri
Tak punya banyak waktu untuk hanya disiakan

Aku enggan menjadi bayang-bayang keindahan sempurna bidadari yg pernah kau miliki
Aku takkan mampu tandingi

Bidadarimu kini tengah sibuk menari di khayangan bersama para dewa
Aku hanya penambat hati yang hampir hancur berserakan
Aku disini, namun kau tak pernah lepas mengamati bidadarimu di langit sana

Lalu apa gunaku disini?
Sampai kapan kau butuhkan aku untuk mengganjal hatimu?
Pergilah.. terbang susul bidadarimu

Aku ingin lanjutkan hidupku dalam kubangan lumpur hitam
Karena aku hanya makhluk kotor yang hidup jauh di dalam tanah basah

Pergilah.. kau kan mampu dapatkan bidadarimu kembali




posted from Bloggeroid

Minggu, 30 September 2012

Rindu

Rindu itu mahal harganya
Tak selalu tiap saat mampu kau rasakan
Hanya akan ada untuk seseorang yang spesial di hidupmu
Rindu tak selalu bisa diwujudkan
Terkadang harus kau telan dalam-dalam

Dan kau paksa untuk kau lupakan

Saat hati sudah berfungsi dengan normal seperti sedia kala,
Saat sudah mulai lagi merasakan rindu, cemburu, harap-harap cemas menanti kabar
Saat itu pula kamu harus siap merasakan kecewa

Rindu tak selalu akan dapatkan penawarnya

Berfikir untuk kembali mati rasa?
(^-^)ノ~~

posted from Bloggeroid

Selasa, 25 September 2012

Kamu

Kamu bukanlah satu dari beberapa pilihan yang mungkin bisa kupilih
Kamu adalah jawaban dari doa-doa yang kupanjatkan
Kamu adalah pemberian terindah dari Tuhan atas kesabaran akan penantian yang panjang
Tuhan yang mengukirkan jalannya
Dan disini, kita bertemu
Tersipu malu-malu tanpa berani menatap

Ribuan malam telah sama-sama kita lewati dalam perih luka dan air mata
Sempat terpisah jarak beberapa lama
Namun ketika takdir mempertemukan kita kembali, rasanya cerita yang sempat ada dulu itu masih begitu jelas
Seolah baru saja terjadi kemarin
Dan semua luka masa lalu pun seketika sirna

Cinta selalu hadir dengan segala kesempurnaannya
Meski takkan semudah kelihatannya

Dan perjalanan ini..
Perjalanan ini belum selesai
Kita baru sama-sama menitinya perlahan
Tak pernah tahu akan ada halang rintangan apa di depan sana
Namun aku merasa lebih baik kini..
Karena hangat tubuhmu, genggam erat jemarimu kini akan menghiasi tiap-tiap langkahku, langkah kita :)

Kita tak pernah tahu apa yang akan kita hadapi selanjutnya
Namun berdua denganmu, melangkah bersama, hatiku akan dikuatkan oleh pancaran cinta yang seolah tak pernah pudar kau pancarkan untukku

Tetaplah disini, di hatiku~♥♡



posted from Bloggeroid

Rabu, 19 September 2012

Selamat Pagi ☺

Pagi menjelma hadir membius pekatnya malam
Sinarnya keemasan membalut jiwa-jiwa suci penuh semangat
Aku terbaring di trotoar jalan
Kusam, penuh debu yang hampir sulit terlepas dari kulit kecokelatan terbakar teriknya mentari

Kemarin telah pergi dimakan waktu
Berlalu tanpa sempat pamit padaku
Sudah hampir satu bulan terakhir ini aku hidup tanpa nyawa
Berjalan tanpa arah, tersenyum tanpa gairah
Menyusuri tapak kaki yang terus melangkah
Langkah gontai yang tak tahu dimana ujungnya

Mentari pagi memaksaku bangkit dari keterpurukan ini
Aku masih teracuni kenyamanan masa lalu
Penuh madu indah yang seringkali terasa getir
Masa lalu yang penuh fatamorgana dalam buaian keindahan

Tubuhku kupaksa berdiri
Menerpa angin yang menerobos masuk tanpa izin
Melawan sengatan tajam sinar mentari yang membakar tubuhku
Menyatu dengan terpaan debu yang memenuhi udara

Selain dari semua luka yang masih basah kuakrabi dalam hatiku,
Pagi ini Tuhan masih memberiku udara..
Dan kesempatan untuk bernafas
Untuk hidup ☺

Kututup semua duka dan luka di masa lalu
Kukubur semua rasa perihnya
Kukalahkan semua rasa lemah yang merajai dada

Aku harus berdiri
Menghadapi hari
Dan membiasakan hati
Untuk tetap tegar meniti hari-hari

Selamat Pagi ☺




posted from Bloggeroid

Senin, 17 September 2012

Pengendali Rasa

Siapa yang mampu mengendalikan rasa?
Tak seorang pun...
Aku masih tertatih meniti jalan di hadapanku
Kamu berdiri di ujung jalan sana
Tersenyum~

Aku gadis kecil yang kelelahan meniti jalan yang teramat panjang ini
Namun kini sosokmu telah begitu dekat di hadapanku
Kakiku kebas
Kini rasanya seperti melayang
Aku tak perduli, asalkan aku mampu menggenggam jemarimu

Aku tak mampu membendung rasa
Seolah begitu sempurna menyesaki tiap-tiap rongga dalam dadaku
Tak ada lagi sudut yang tersisa selain namamu dan namamu

Hampir sampai
Selangkah lagi aku yakin aku mampu menggenggam tanganmu, bersandar di pundakmu yang bidang..

Namun..
Apa yang terjadi??
Kau melompat jauh ke depan
Masih dengan senyum yang sama
Kau menggodaku
Kini kurasa mulai bermain-main dengan hatiku

Tak taukah kau betapa sulitnya menuntun langkahku untuk sampai disini?
Saat aku tiba, kau justru melenggang pergi..

Kau mungkin memang tak pernah menginginkanku
Senyummu...
Ah senyummu hanya hiasan
Kau berikan pada siapapun yang memandangmu
Bukan hanya padaku

Kini aku harus mulai kembali mengendalikan rasa
Tak perlu berkhayal terlampau jauh
Tak perlu berangan terlalu tinggi
Nyatanya... kau memang hanya ilusi~



posted from Bloggeroid

Minggu, 16 September 2012

Bayangan Hitam

Kami duduk berhadapan
Berada dalam dua sisi yang berbeda
Disini cerah sinaran menyirami raga kami
Dalam bingkai warna warni canda tawa
Terangkai mimpi-mimpi indah masa mendatang

Kami memunggungi bayangan hitam dibalik pundak kami
Naif sekali. Kami tak berani melihat ke balik punggung masing-masing
Terlalu pekat tanpa setitikpun cahaya
Masa laluku sudah tertinggal jauh di belakang
Begitupun denganmu
Kami membiarkannya berlalu seiring waktu
Diterbangkan oleh semilir angin
Perlahan namun pasti

Warna warni pantulan indah sang pelangi masih membingkai kebersamaan kami
Kini kami bersisian saling menopang
Kusandarkan tubuhku ke pundakmu yang bidang
Begitu nyaman dan hangat
Kugenggam erat jemarimu
Kurasakan kekar ototnya, namun tetap begitu lembut membelaiku

Bayangan hitam mengetuk beberapa kali
Memaksaku untuk menunjukkannya padamu
Namun aku belum mampu kehilangan semua indah ini
Dan mungkin memang takkan pernah mampu...


posted from Bloggeroid