Selasa, 28 Agustus 2012

Painting Dreams (Love Beaches)

I would like to start painting my dream

Since that day, i thought everything was clear.
The previous problems gone
and now, i think i 'll try to continue my life :)

No one knows how big obstacles which i have to pass later
No one

But i believe in Allah

I'll keep walking through this way while start painting my dreams

Yes, yesterday i was upset about my future since i was stuck on that 'bad' situation
Today, with the blessings of Allah, i succesfully went out from that pit

I have to always reminding my self to stop worrying about any problems
The most important i have to do now is focus

Focus on my mini thesis
Focus on my dreams :')

One of my Big Dreams is travelling around the world
But for the start, i wanna visit all the beautiful places in Indonesia

Let's save money as much as possible to buy this vehicle, SOON!
Holden GTR XU-1 Torana

I'm so excited imagine someday i'm driving that car while listening full of music, travelling around Indonesia ♥

Then, here are some pictures i got about the places i have to visit someday
Most of them are beach. Yes, I LOVE BEACH ♥♥
Enjoy!

Papuma Beach, Jember, East Java, Indonesia

Balekambang Beach, Malang, East Java, Indonesia

Bama Beach, Baluran National Park, East Java, Indonesia

Siung Beach, Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta, Indonesia

Sundak Beach, Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta, Indonesia

Indrayanti Beach, Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta, Indonesia

Krakal Beach, Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta, Indonesia

There are some beaches around Wonosari. All of those are awesome! ♥


Well.. that's all for this chance
I'll continue to paint my dreams.. Travelling to every beautiful places in Indonesia and abroad ♥

Sabtu, 25 Agustus 2012

Karma?

Kita seringkali menyebutnya karma
Ketika kita harus berada di posisi orang lain yang pernah kita perlakukan -seringkali- dengan cara yang tidak baik.

Menurut opini pribadi saya, itu bukan karma namanya

Roda kehidupan ini terus berputar tanpa pernah kita sadari

Kadang kala kita bisa saja berada di posisi 'lawan main' kita dalam memerankan peran tertentu dalam hidup ini
Hari ini kita adalah A yang tanpa sengaja maupun disengaja telah menyakiti hati B
Suatu saat tanpa tersadar kita akan berada di posisi B
Dan saat itu yang menyakiti kita adalah C

Ini bukan hanya tentang perbuatan saling menyakiti
Peran kehidupan selalu datang dan pergi silih berganti
Dan kapanpun saatnya tiba, kita harus siap

Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah : Mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu, kemudian menentukan pilihan sebijak mungkin :)

Berani mengambil keputusan akan jauh lebih baik daripada keadaan yang kelak akan memutuskan nasibmu.

Hidup ini pilihan
Apakah kau memilih untuk membalas kejahatan dengan kejahatan,
Ataukah sebaliknya?

Berbijaksana lah :)


posted from Bloggeroid

Senin, 13 Agustus 2012

Menunggu-mu ♥

Sepenggal resah mengganggu tiap detik dalam mataku yang terpejam
Aku resah
Tak pernah mampu benar-benar terlelap seutuhnya

Kamu bermain-main disana
Datang dan pergi
Melompat-lompat beberapa kali
Antara hari ini dan esok
Antara masa kini dan masa lalu

Kini cabangnya semakin banyak terbentang di hadapanku

Jalan setapak yang menuju ke arahmu masih dipenuhi semak berduri
Belum benar-benar bersih seutuhnya

Aku mungkin terlalu takut menghadapi kenyataan telapak kakiku akan tergores duri-duri dalam semak itu lagi,
Kemudian terluka lagi
Berdarah lagi

Belum pasti nanti disaat aku berlumur darah, kau akan membantu menyembuhkannya
Aku hanya menjaga diriku sendiri
Agar tak terlalu dalam tersakiti lagi

Aku menunggumu membersihkan duri-duri kecil itu
Duri-duri yang pernah dengan sangat sempurna meracuni seluruh tubuh dan jiwaku

Aku bahkan tak mampu memberanikan diriku untuk mendekatinya
Rasa sakitnya masih terasa begitu mengakrabiku

Lekas bersihkan duri-duri beracun itu

Aku... menunggumu :)




posted from Bloggeroid

Sabtu, 28 Juli 2012

Titik Nol

Aku terlelap
Raganya saja
Jiwaku tak pernah benar-benar bisa tenang
Gelisah

Mataku terbuka
Entah sudah berapa lama aku terlelap
Hal pertama yang kulakukan adalah mengambil handphone

Kosong...

Tak ada pesan singkat,
Tak ada pesan instan, darimu
Dari nama lain bagiku tak begitu penting

Ah,
Aku berharap semua yang kemarin itu hanya mimpi
Aku harap aku tak pernah menuliskan kalimat bodoh itu
Kalimat yang membuatmu kini benar-benar pergi dan menjauh

Dilemma

Aku menyayangimu
Namun aku tak bisa melihat ada hati yang harus tersakiti dengan kebersamaan kita

Tidak ada yang harus disesali akan sebuah keputusan
Toh aku tak mengorbankan perasaan siapapun, kecuali hatiku sendiri
Biarlah..
Aku tau kamu tak begitu pandai membuat keputusan
Jadi, biar kumudahkan saja langkahmu dengan menghapus namaku sendiri dari pilihan-pilihan yang tersedia dalam garis hidupmu

Lalu untuk apa aku menuliskannya disini?
Karena hanya dengan menulis aku masih bisa merasa lebih 'hidup'
Lebih berharga ketimbang seonggok daging tanpa nyawa
Karena sesungguhnya aku memang sudah mati ratusan hari yang lalu
Yang tersisa sekarang adalah 'aku' yang lain dengan cinta yang sama sekali tak memudar untukmu

Aku mengulum hatiku sendiri
Meringkuk diatas alas tidur kusam
Menggenggam ponsel yang kuharap segera berbunyi tanda ada pesan masuk, darimu

Ah, sebelum aku menjadi gila kuputuskan untuk bangkit
Meninggalkan alas tidurku yang masih berantakan
Membiarkan ponselku tergeletak lemah tanpa daya
Lampu notifikasinya kubiarkan berkedip-kedip hampir kehabisan daya
Kubiarkan ia mati sempurn
agar tak perlu per tiga detik sekali kutengok untuk mengecek apakah ada pesan baru yang masuk darimu
Yang sesungguhnya aku tau memang takkan pernah datang

Toh aku sendiri yang memintamu pergi

Kupaksa ragaku yang lemah ini bangkit
Meski jiwaku tampaknya kini tengah melenggang pergi entah kemana
Ragaku saja yang tertinggal disini
Sepi

Namun, lagi
Aku takkan menyesali apa keputusan yang telah kubuat
Aku tak punya banyak mimpi
Aku hanya ingin melihat senyum itu tetap terukir di wajah indahmu

Dan aku...
akan mulai semuanya dari nol lagi
Tak mengapa :)



posted from Bloggeroid

History

Membaca history chat dengan akun messenger mu
Senyum-senyum sendiri
Tak pernah menyangka akan kembali momen-momen indah itu lagi

Ingin memulai video call saja rasanya
Agar kulumati tiap lekuk wajah unikmu

Aku masih menjaga hati
Berharap perih itu tak ada lagi
Mengizinkanmu kembali mengisi malam-malamku - meski hanya lewat social media
Terpisah jarak yang sebenarnya tak berarti
Kususul kau malam ini pun selesai perkara.

Senyum kecil itu mulai ada lagi
Aku menikmati tiap-tiap canda kecil yang kita buat

Namun hatiku kemudian berdetak lebih cepat, tak beraturan
Kekhawatiran yang berlebihan

Hatiku memberontak
Menyadarkanku bahwa aku tak semestinya ada disini
Tak semestinya mengizinkanmu menjamahiku lagi

Aku mematung memperhatikan layar
Memperhatikan huruf demi huruf yang kususun semampuku
Lama sekali untuk membuat kalimat 'perpisahan'
Hampir tak mampu
Namun kutekan juga tombol enter itu

Dan..
Semua berakhir
Apa yang belum benar-benar dimulai ini kupilih untuk kuakhiri lebih dulu
Aku hanya ingin semua baik-baik saja
Ingin senyum itu tetap ada di wajahmu
Meski bukan aku yang menjadi sebab guratan manis itu terlukis diwajahmu
Aku hanya ingin kamu tersenyum - entah siapapun yang berada di sisimu

Beberapa kata pujian untukku
Ingin sekali kubalas dengan satu kalimat klasik yang bahkan sudah muak kau dengar..
"Aku menyayangimu la.. kemarin, hari ini, esok, dan bahkan mungkin selamanya"



posted from Bloggeroid

Jodoh (?)

"Apa yang baik di mata manusia belum tentu baik di mata Allah"

"Laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik, begitupula sebaliknya"

"Wanita itu dipilih, bukan memilih"

Aku...
Hanya mencoba membaikkan diriku menjadi wanita yang 'pantas' kau pilih,
Bukan wanita yang 'merengek' untuk kau pilih

Kelak,
Kau akan tahu siapa yang terbaik untukmu
Tanyai hatimu lebih dalam..
Tak usah terburu-buru
Aku pun kini sedang menyibukkan diri untuk memantaskanku bagi belahan jiwaku kelak...
Engkau kah itu?




posted from Bloggeroid

Selasa, 24 Juli 2012

The (New) Letters to You

Dear you...

Lagi-lagi aku hanya mampu merangkai kata dalam sebidang halaman blog ini

Aku belum mampu memulai segalanya dari nol lagi
Aku masih dihantui bayangan rasa takut
Apa yang kumulai saat ini, suatu saat hanya akan jadi masa laluku di masa depan
Entah kamu bisa pahami atau tidak

Aku takut kamu kecewa
Aku takut kamu takkan bisa hadapi kenyataannya

Memang..
Terlalu banyak rasa takut yang semestinya tidak ada
Semestinya bisa kutepis jauh-jauh

Namun aku memang hanyalah kepingan kecil yang rapuh
seringkali koyak,
Dan kali ini aku hanya mencoba menjaga agar aku tak sampai hancur sempurna

Belum mampu menerima nyata cinta yang kau berikan di depan mata
Lagi, aku hanya takut kamu kecewa

Kubiarkan kamu tetap tinggal
Sejenak ataupun lama
Selama apapun, selama engkau masih mau dan mampu
Kubiarkan kau membaca lembar demi lembar dari kepingan peristiwaku

Satu hal, kau boleh pergi kapan pun kamu mau
Aku tak pernah meminta apapun
Karena aku pun tak mampu menjanjikan apa-apa untukmu

Aku bukannya hendak menafikkan cinta
Aku hanya menyikapi segalanya dengan nyata
Bukan ilusi kosong tanpa makna seperti kebodohanku yang lalu...

Aku akan tetap disini,
Entah menunggu apa dan siapa
Entah kamu atau dia

Aku hanya akan menyibukkan diriku untuk memperbaiki semuanya
Memantaskanku dengan belahan jiwa yang lebih baik

Entah siapa...

Tak perlu gundah dan takut

Jalan Nya ada di depan sana
Kelak yang akan membimbing langkah kita
Tak pernah ada yang tahu cabang mana yang akan kita tapaki di masa depan
Akankah jalan itu satu untukmu dan aku?
Ataukah...?

Aku tak berhak menentukan jawabannya secepat ini..
Tetaplah tinggal, selama apapun kau mau
Aku akan tetap disini, takkan pernah pergi kemana-kemana

Menunggu belahan jiwaku meminangku resmi dalam sebuah akad :)





posted from Bloggeroid

Sabtu, 21 Juli 2012

Letters to you #2

Apa kamu pernah merasa terganggu dengan hadirnya aku di hidupmu?

Kalau jawabannya iya, aku akan pergi

Terlalu naif memang
Namun aku memang hanya ingin melihatmu bahagia, dengan siapapun itu

Aku selalu ingin menulis surat untuk orang-orang yang kukasihi, dan saat ini orang itu adalah kamu.

Aku tak mahir menuturkan rasa
Aku lebih suka menuliskannya

Agar tiap kali aku rindu, aku bisa membacanya lagi dan lagi
Karena kita seringkali lupa pada apa-apa yang kita ucapkan
Dan barisan kata ini kubuat sebagai pengingatku akan janji-janjiku pada diriku sendiri

Lalu, kapan aku harus pergi?
Sekarang?

Ah, sesungguhnya aku belum siap
Bahkan mungkin takkan pernah bisa siap

Aku memang tidak pernah bisa pergi kemana-mana
Dahulu, kemarin, sekarang, esok...
Bahkan mungkin selamanya aku akan tetap disini
Kubiarkan kau saja yang datang dan pergi

Bodoh

Tidak juga. Aku hanya tulus...
Tapi sesekali masih mengharap pamrih, entah mengapa

Aku belum siap dan mungkin memang takkan pernah siap

Namun kuizinkan kau pergi
Kemanapun kakimu membawamu melangkah

Tak perlu juga kuingatkan bahwa aku akan tetap disini

Karena aku memang hanya akan disini dan takkan pergi kemana-mana

Aku akan selalu melihatmu, meski dari sudut yang tidak pernah kau sadari keberadaannya
Biarlah...


posted from Bloggeroid

Senin, 16 Juli 2012

PHP

Kecewa.
Salah kira
Salah berfikir
Salah menduga

*sambil menghela nafas panjang*
Kenapa harus kecewa lagi ya?
Ah, tapi apa mesti diungkapkan padanya?
Lagipula aku ini siapa?

Menghela nafas panjang, lagi..
belum hilang juga sesaknya

Jadi yang kemarin-kemarin itu artinya apa?

Kenapa harus merasakan (lagi) sesuatu yang tak pernah tahu kapan dimulai, kemudian tiba-tiba saja berakhir tragis, mendadak, tanpa pamit sedikitpun

Kecewa. Sungguh.

Kufikir yang kali ini berbeda,
Namun ternyata tak ada beda...

Ah, sudah biarlah...

Toh aku baik-baik saja disini,
Dia tak perlu tahu kegundahanku
Kalaupun ia membaca coretan bodoh ini, hatinya takkan peka..

Semoga ini yang terakhir, dan para PHPers itu dibukakan pintu hatinya untuk segera bertaubat :))

*berfikir
"Lalu, bagaimana harus bersikap padanya esok hari? pura-pura tidak tahu saja? ataukah....?"

Hmm.. kepo-in akun facebook orang lain memang tidak baik untuk kesehatan -_-

*RandomChitChat*

*Based on a True Situation*


X: Gw mau ketemu lo nih.. ada yang mau diomongin
Y: Cewe lo tau ngga lo mau ketemuan sama gw?
X: Yaudah deh lewat telfon aja..

A: Bingung deh sama si C. udah punya pacar tapi masiih aja ngajak ketemuan mulu..
B: Makanya lo cari pacar biar dia berenti gangguin lo
A: Harus ya?

X: *pesan teks* "Y, kangen.."
Y: *males bales*
Beberapa menit kemudian
X: *pesan teks lagi* "Z, maafin aku ya soal semalem.."
Y: *mikir*
Beberapa menit kemudian
X: *pesan teks lagi* "Maaf sms yang barusan salah kirim"

A: *pesan teks* Doain C ya biar cepet sembuh dan bisa beraktifitas lagi..
B: *males bales*
*ada telfon berkali-kali pake private number*
*cuekin *mikir : kok masih jaman nelfon pake private number?
C: *pesan teks* Doain gue ya biar cepet pulih dari sakit
B: *males bales*
C: *nelfon*
B: *males angkat*
A: *pesan teks* Heh, kenapa telfon aku ngga diangkat? kamu masih suka gangguin C ya?
B: *elus dada

X: Jangan gangguin pacar saya dong...
Y: Enak aja! Pacar situ yang sms dan telfonin saya terus! :p

A: Aa, temenin ade jalan-jalan yuk
B: Hayuk..
*Photo session berdua yang sangat akrab*
Setelah jalan-jalan ...
B: Dek, foto-fotonya jangan diupload ke facebook ya
A: Emang kenapa?
B: Ngga apa apa..
A: *penasaran* *buka akun facebook B* *terlihat di info : B is engaged with ....*

X: Sabar aja dek, nanti pasti jodoh kamu bakal dateng kalo skripsi kamu udah selesai, dan kamu beres diwisuda
Y: *nyengir* *nganggukngangguk*

A: Ade.. malem mingguan mau kemana?
B: Heh, heh kalao smsan sama aku terus, nanti dimarahin loh sama tunangannya!
A: Cie cie.. sensi banget
B: Ngga, cuma gamau ganggu rumah tangga orang aja
A: Hehehe iya iya..
*beberapa hari kemudian*
A: Ade.. lagi apa?

X: Mau S2 dulu atau nikah dulu?
Y: S2 dulu insya Allah :)
X: Nikah dulu kali.. nanti susah dapet jodohnya loh...

A: Kok belom punya pacar?
B : Nyari pacar sih gampang.. nyari suami nih yang rada susah :D

X: Nanti kalau aku udah sukses, aku boleh ngga ngelamar kamu?
Y: Hmm........ (*berfikir dalam hati, *janji laki-laki jangan terlalu dipercaya)

A: Jadi, mau jomblo sampe kapan?
B: Sampe ada laki-laki sholeh yang bener-bener mau ngelamar saya :)


Jadi, Kesimpulannya?
Jangan gampang percaya sama orang lain

"Khusnudzon itu wajib,
tapi waspada juga perlu"

kalau bukan kamu yang sayang sama hatimu sendiri,
siapa lagi? :)